Huru-Hara Hari Kiamat

Judul : Huru-Hara Hari Kiamat
Penulis : Ibnu Katsir
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar [536 halaman]
Harga : Rp. 48.000,

Siapakah Ibnu Katsir?

Beliau adalah Abul Fida’ Imadduddin Isma’il bin Umar bin Katsir bin Dhau’ bin Katsir Al-Quraisy Ad-Dimasyqi.

Tempat dan Tanggal Lahir

Beliau dilahirkan di Majdil, sebuah perkampungan di wilayah kota Bushra. Ayahnya memang berasal dari Bushra. Adapun ibunya dari Majdil.

Lahir pada tahun 700 H, demikian menurut kebanyakan para penulis bigrafi beliau, atau beberapa tahun sesudah itu, menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Ad-Durr Al-Kaminah, tapi tanggal itu sebenarnya kira-kira. Adapun kata beliau sendiri, dalam biografi ayahnya, bahwa ayahnya itu wafat pada tahun 703 H. “Waktu itu saya masih kecil, umur tiga tahun, atau lebih-kurang umur sekian. Saya tidak ingat lagi wajah beliau, kecuali bagaikan mimpi.” (more…)

Sirah Nabawiyah

Judul Asli : Ar-Rahiqul Makhtum, Bathsun Fis- Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Afdhalish-Shalati Was-Salam
Penulis : Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury
Penerbit : Darus-Salam, Riyadh, cet.1 1414H
Edisi Indonesia
Judul : Sirah Nabawiyah
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Harga : Rp. 52.000,

 

Perjalanan hidup Rasulullah, adalah lautan yang luas membentang, dengan kebeningan airnya yang kebiru-biruan. Disana tersimpan pesona alami nan abadi. Tiada mata yang bosan memandang. Tiada hati yang jemu menikmati. Tiada henti orang yang menyelami. Karena sosok beliau, adalah sosok sepanjang masa.

Buku Sirah Nabawiyah ini mencoba menyajikan pesona-pesona itu. Sebagai buku yang berhasil meraih juara 1, dalam lomba karya tulis tentang sirah beliau yang diprakarsai Rabithah Al-Alam Al-Islamy, tidak terlalu mengherankan, jika ia juga memiliki pesona tersendiri untuk dibaca dan dinikmati.

Al Wafa - Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad SAW

Judul : Al-Wafa : Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad
Penulis : Ibnul Jauzi
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Harga : Rp. 72.000,-

Sejarah adalah potret kehidupan bagi umat manusia yang tak akan usang ditelan masa. Suatu bangsa yang beradab pasti akan menghargai sejarah bangsanya. Ia akan menjadi maju dengan menghidupkan kembali sisi positif yang cemerlang dari sejarah bangsanya dan menutup rapat-rapat sisi negatif yang kelam di dalamnya. Dengan demikian, ia tidak akan terjatuh pada lubang yang sama untuk yang kedua kalinya. Begitu pula dalam menelaah sejarah bangsa lain, ia akan tetap kritis dengan mencontoh yang baik dan meninggalkan yang buruk. Dengan demikian, tidak mustahil, ia akan muncul sebagai bangsa yang kuat, berperadaban tinggi, dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. (more…)

    MySupporters:


     Blognya Indonesian Muslim Blogger…. myQuran.org - Komunitas Muslim Indonesia  View My Public Stats on MyBlogLog.com
    Blog ini sudah di buka oleh orang
    Wallpapers by National Geographic